|
Program Penanaman Mangrove |
|
|
|
|
Selasa, 31 Agustus 2010 |
Program Penyelamatan Lingkungan
Selain soal sampah kiriman, salah satu masalah lingkungan yang dihadapi masyarakat Kepulauan Seribu saat ini adalah abrasi pantai. Fenomena ini merupakan peristiwa terkikisnya alur-alur pantai akibat gerusan air laut. Umumnya, fenomena ini disebabkan adanya arus gelombang yang terjadi akibat pasang surut air laut, sehingga lama-kelamaan mengikis tepian pantai. Di samping itu, abrasi juga bisa disebabkan faktor pemanasan global yang mengakibatkan suhu di permukaan bumi meningkat, sehingga membuat permukaan air di seluruh dunia meningkat dan kemudian merendam daerah yang permukaannya rendah.
Selain membangun dam pemecah ombak, salah satu upaya alamiah yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah abrasi adalah menanam pohon di sepanjang garis pantai. Mangrove merupakan jenis tanaman dengan sistem perakaran mangrove yang kompleks dan rapat, lebat dapat memerangkap sisa-sisa bahan organik dan endapan yang terbawa air laut dari bagian daratan.
Proses itu juga menyebabkan air laut terjaga kebersihannya dan dengan demikian memelihara kehidupan padang lamun (seagrass) dan terumbu karang. Mangrove juga dapat membentuk daratan karena endapan dan tanah yang ditahannya menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup dan berkembang di wilayah daratan. Akar pohon mangrove juga menjaga pinggiran pantai dari bahaya erosi.
Di samping itu, akar tongkat pohon mangrove juga memberi zat makanan dan menjadi daerah nursery bagi hewan ikan dan invertebrata yang hidup di sekitarnya. Ikan dan udang yang ditangkap di laut dan di daerah terumbu karang sebelum dewasa memerlukan perlindungan dari predator dan suplai nutrisi yang cukup di daerah mangrove ini.
Kulit batang pohonnya juga dapat dipakai untuk bahan pengawet dan obat-obatan. Macam-macam obat dapat dihasilkan dari tanaman mangrove. Campuran kulit batang beberapa species mangrove tertentu dapat dijadikan obat penyakit gatal atau peradangan pada kulit. Secara tradisional tanaman mangrove dipakai sebagai obat penawar gigitan ular, rematik, gangguan alat pencernaan dan lainlain. Getah sejenis pohon yang berasosiasi dengan mangrove (blind-your-eye mangrove) atau Excoecaria agallocha dapat menyebabkan kebutaan sementara bila kena mata, akan tetapi cairan getah ini mengandung cairan kimia yang dapat berguna untuk mengobati sakit akibat sengatan hewan laut.
Air buah dan kulit akar mangrove muda dapat dipakai mengusir nyamuk. Air buah tancang dapat dipakai sebagai pembersih mata. Kulit pohon tancang digunakan secara tradisional sebagai obat sakit perut dan menurunkan panas. Di Kambodia bahan ini dipakai sebagai penawar racun ikan, buah tancang dapat membersihkan mata, obat sakit kulit dan di India dipakai menghentikan pendarahan. Daun mangrove bila di masukkan dalam air bisa dipakai dalam penangkapan ikan sebagai bahan pembius yang memabukkan ikan (stupefied).
Melihat pentingnya manfaat penanaman mangrove bagi lingkungan, sejak awal berdirinya pada Nopember 2009 Island Adventure telah berusaha mempromosikan program penanaman mengrove. Sebagian wisatawan yang menggunakan jasa wisata IA telah terlibat dalam program ini. Mereka menanam bibit mangrove di tempar-tempat strategis.
Untuk program ini, Island Adventure menetapkan biaya kontribusi Rp. 10.000,- perbatang. Biaya ini juga sudah termasuk biaya perawatan minimal tiga bulan. Kegiatan perawatan semaksimal mungkin melibatkan satu-dua orang masyarakat yang memiliki kepedulian pada lingkungan.
----
Island Adventure 021-71551214 0812 10311722 0815 872 2015 email:
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
[facebook, YM] |
Add comment
|
Kontak
puloseribu.com SMS. 0815 9819 841
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
|