|
Akhir bulan Mei yang lalu, saya mendapatkan undangan untuk mengikuti pelatihan mengenai taksonomi kelautan selama satu minggu. Pelatihan ini di selenggarakan oleh Pusat Penelitian Oseanografi LIPI bekerjasama dengan Conservation International yang berlokasi di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, tepatnya di UPT Loka Pengembangan Kompetensi Sumberdaya Manusia Oseanografi LIPI. Pelatihan ini dimaksudkan untuk menjaring calon parataksonomist dan taksonomist di bidang kelautan. Hal ini perlu dilakukan mengingat semakin berkurangnya tenaga profesional (expert) di bidang taksonomi kelautan.
Berangkat dari Ambon hari Sabtu 24 Mei 2008, walaupun keberangkatan ke Pulau Pari baru hari Seninnya, yah maksud hati ingin menikmati Ibukota Jakarta terlebih dahulu. Ternyata Ibukota tetaplah ibukota yang padat kendaraan dan macet dimana-mana. Peluh pun bercucuran saat ikut berpartisipasi dalam mengantri bus Transjakarta. Tapi itu semua akan selalu membekas kala kita pulang kedaerah. Tidak ada hari yang lengang, hari Minggu pun demikian, kala aku kembali menjelajah hutan beton di Jakarta. Yah….lumayan capek sebenarnya tapi jiwa petualang tetap ingin melangkahkan kaki ke segala sudut kota Jakarta…
Tibalah hari keberangkatan, kami semua menaiki kendaraan yang telah disiapkan untuk menuju ke pelabuhan Muara Angke Jakarta. Sesampainya disana…tercium bau khas pelabuhan, seperti bau ikan asin yang telah bercampur dengan bau minyak dan asap kapal ikan. Telah menunggu dengan gagah berani dua buah perahu kayu yang siap menerjang ombak menuju ke Pulau Pari. Kami pun bahu-membahu memasukkan barang bawaan ke dalam perahu, serta membagi penumpang untuk kedua perahu.
Perlahan tapi pasti, saat jam dipergelangan tanganku menunjukkan pukul 09.010 WIB, kapal meneriakkan suaranya dan mesinpun berputar kuat mendorong bangunan kayu untuk meninggalkan pelabuhan. Suasana laut yang cukup tenang membuat nyaman perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 2 jam. Pemandangan laut memang beragam, tampak dari jauh Kota Jakarta dengan gedung-gedung tingginya, terlihat pula alat tangkap bagan yang berderet menuju ke laut lepas, perjumpaan dengan sekawanan burung laut yang sedang melirik ikan-ikan, sampai dengan gugusan pulau-pulau yang menyusun Kepulauan Seribu di utara Teluk Jakarta.
Sesampainya di Pulau Pari, kami melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menuju ke Base Camp. Cukup jauh dan lumayan panas ketika baru tersadar bahwa dari tadi jalan kok ndak sampai-sampai. Base Camp ini adalah milik UPT. Loka Pengembangan Kompetensi Sumberdaya manusia Oseanografi LIPI, yang sering untuk kegiatan pelatihan yang berbau lapangan. Ya karena sekitar lokasi semua laut dan tersebar pulau-pulau yang memiliki keberagaman ekosistem laut.
Hari selanjutnya mulai dari Selasa sampai dengan Jumat, saat itulah aku dan temanku lainnya disuguhi berupa-rupa ilmu tentang taksonomi dan sistematika hewan dan tumbuhan. Cukup rumit dan sulit dimengerti pada awalnya, pelan tapi pasti serta sedikit demi sedikit aku mulai mendapat pencerahan tentang teori itu semua. Oh iya terlupa, peserta yang ikut pelatihan ini adalah peserta yang telah lolos saringan tahap awal yang dilakukan di tiap-tiap daerah di Indonesia. Rata-rata adalah dosen dan peneliti. Mereka berasal dari Manado, Makasar, Papua, Ambon, Nusa Tenggara, Sumatera dan Jawa. Hmmm… ini yang menimbulkan kenangan tersendiri, ketika mereka bercerita tentang daerahnya masing-masing, seru dan menggelitik. Dibentuknya kelompok-kelompok berdasarkan taksa besar seperti Ikan, Lamun, Krustasea, Karang, Algae, Moluska, Ekinodermata dan Mangrove membuat kami semakin akrab. Sesi lapangan pun dimulai Rabu pagi hingga siang hari di Pulau Tikus.
Inilah yang aku cari, sebenarnya masih banyak koleksi lainnya namun berhubung space terbatas yah satu saja cukup.
Setelah melaut seharian, esoknya kita kerja untuk mensortir, mengelompokkan, dan mengidentifikasi spasimen. ini adalah pekerjaan paling melelahkan, apa sebab soalnya aku dan teman sekelompok harus begadang mencari ciri pembeda spesies satu dengan yang lain. Selain itu, kami juga harus membuat hasil untuk di tampilkan dalam presentasi singkat semua yang kami kerjakan selama pelatihan. Syukurlah semua berjalan lancar hingga akhir presentasi. dan malam terakhirpun tiba karena keesokan harinya kami semua harus pulang menuju Jakarta dan selanjutnya pulang menuju asal masing-masing. Sungguh pelatihan yang menyisakan kenangan manis, penuh tawa, penuh keakraban, dan tentunya penuh dengan ilmu….
Kenangan itu indah, seindah sunset ini….
Naskah dan teks: http://dharmaarif.wordpress.com/2009/06/12/ |