Kanal "Menulis" ini dipersembahkan bagi Anda yang hendak berbagi karya jurnalistik seputar Pulau Seribu atau bagi Anda yang hendak dan tengah belajar menulis. Kami mengundang Anda untuk bergabung di forum ini. Kami juga menyediakan ruang tanya-jawab seputar dunia tulis menulis. Pertanyaan dan tulisan bisa dilayangkan ke Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya


Catper Semalam di Pulau Tidung PDF Cetak E-mail
Selasa, 17 November 2009

Active ImageOleh: Angga's Site

Sabtu pagi 26/09/09 seperti biasa alaram hp ku berbunyi tepat jam 4 pagi. Segera kubergegas menuju toilet tuk wudhu dan sholat tahajjud serta menunggu waktu azan shubuh. Ba’da shubuh, dari Masjid aku langsung buru-buru kembali kerumah tuq berbenah berbagai perlengkapan tuq ke Pulau Tidung. Pakaian,peralatan mandi,dan yang pasti tak ketinggalan kamera beserta hulubalangnya lensa,memory,batre,charger batre,tripod,etc.). setelah semua sudah dirasa lengkap, jam 5.10 menit aku langsung bergegas menuju UKI tuq naek P6 menuju Grogol. Sampe UKI jam 5.40 langsung duduk manis di P6 yang tidak terlalu penuh karna hari libur juga karna banyak yg masih mudik. Setelah 10 menit-an ngetem di depan Kampus UKI, P6 yg kutumpangi pun meluncur ke TKP/Grogol. Sampai Grogol lanjut lagi naek KWK B01 Grogol-Muara Angke. Karna jalanan masih sepi, tepat jam 6.40 aku sudah sampai di dermaga penyeberangan Muara Angke tepatnya dekat pasar ikan Muara Angke.

Niat awalnya mo ke Pulau Pramuka, tp karna kapal yg akan menuju P.Pramuka sudah penuh sesak, dan dari pihak syahbandar membatasi penumpang yg hendak naek ke kapal tsb, akupun melirik kapal disebelahnya yang menuju P. Tidung. Sebenanrya masih ada kapal berikutnya ke P. Pramuka saking banyaknya penumpang tapi karna harus menunggu kira-2 1 jam baru jalan kapalnya, aku pun menaiki kapal menuju P. Tidung. Kapalnya juga sudah lumayan penuh,akhirnya kebagian tempat duduk di atas tepat dkt cerobong asap yg mana sepanjang perjalanan kuping disumpel suara mesin kapal sehingga sampai kembali ke Jakarta masih terasa berdengung. Jam 7.30 kami pun bertolak dari dermaga Muara Angke menuju P. Tidung. Awal perjalanan aku sempat ngobrol dengan beberapa mahasiswa/i dari Univ. Atmajaya yg mo berlibur ke P. Tidung. Tapi ¼ jam kemudian semuanya mencari kesibukan masing-2 dialam mimpi he…he..he..ada juga beberapa rombongan yg asyik bermain kartu dan tebak-tebakan…hmmm.mmm.mmm beraneka ragam gaya masing-2 orang di atas kapal. Dengan kamera di tanganku, dan gugusan pulau yg teramat mempesona sepanjang perjalanan, rugi rasanya kl aku melewatkannya dengan memejamkan mata walau barang sejenak. Akhirnya setiap kulihat perahu nelayan,gugusan pulau-2,dan kawanan elang yangg terbang rendah, tak kusia-siakan semuanya. Shuter demi shuter kuabadikan moment-2 itu. Alhamdulillah cuaca sangat bagus dan laut seakan bersahabat dengan pelayaran kami. Jadilah ini merupakan suatu pelayaran yg menyenangkan. 2 jam lebih kami mengarungi laut jakarta, dan telah nampak dari kejauhan P.Tidung yg menjadi tujuan kami. Sang kondektur kapal pun mulai menagih ongkos kepada setiap penumpang sebesar Rp. 33.000,-

Pukul 10.00

kami sampai di P.Tidung dan sudah disuguhi dengan beningnya air laut di dermaga Selatan P. Tidung. Hmmm…betapa indahnya…semua penumpang bergegas mengambil barang bawaan masing-2 dan sebagian lagi sibuk motret-2 mengabadikan moment kedatangan di P. Tidung.

Aku pun mencari Villa 5 Saudara yg pernah aku baca di website Pulau Seribu.com. setelah bertanya ke penduduk, akupun menuju Villa 5 Saudara yg tidak begitu jauh dari dermaga kapal. Sampai disana Villa nya kosong,tp kl dilihat dari banyaknya handuk yang dijemur didepan Villa, tandanya banyak orang yg menginap di Villa ini. Lumayan adem tempatnya dan belakangnya pun langsung berhadapan dengan pantai selatan P. Tidung. Setelah menunggu 10 menit, pemilik Villa Bpk. Abd. Hamid yg biasa disapa Pak Haji di P. Tidung datang dan langsung kukatakan bahwa aku baru nyampe dari Jakarta dan butuh penginapan. Karena Villa nya sudah penuh dari hari Jum’at, akhirnya Pak Haji menawarkan tuq nginap di rumahnya yg juga sering dipake nginap pabila ada pengunjung yg ga kebagian penginapan. Setelah merasa cocok dengan kamar di rumah Pak Haji, akupun isitrahat sebentar sambil nunggu makan siang yg dibawa dari catering pesanan pak Haji.

Pukul 13.00

Ba’da Dzuhur, akupun mengambil sepeda yang memang menjadi kendaraan favorit pengunjung di P. Tidung. Berbekal informasi dari inernet,akupun menuju kearah Timur P. Tidung dimana terdapat jembatan penghubung antara P. Tidung Besar dan P. Tidung Kecil yang panjangnya 2 km terbentang diatas laut yg cuma sedalam pinggul orang dewasa. Karena sebagian jembatan sedang di renovasi, maka sepeda yang kubawa tidak bisa sampai nyebrang ke P Tidung Kecil. Akhirnya sepeda kutaroh dibawah poho pinus di ujung jembatan setelah dikunci, akupun nyebrang ke jembatan dengan menumpang perahu nelayan walaupun hanya sekitar 10 m yg lagi direnov. Setelah di jembatan akupun tak menyia-nyiakan view yg begitu indah dan menawan yg disuguhkan didepan mata. Hmmmm….betapa indah alam ciptaan-Nya. Aku berkeliling sebentar di P Tidung Kecil, kulihat ada yang sedang mendirikan tenda di pulau tak berpenghuni ini. 2 orang anak kecil sedang asyik bermain pasir,  ibu-bapak mereka serta sorang kakaknya asyik berenang dan bercanda ria. P Tidung Kecil tidak ada penguhni seperti Tidung besar yang sekitar 6.000 jiwa kalo ga salah. Disini hanya ada hamparan pasir putih dan deretan nyiur melambai, pinus, dan pohon bakau di bibir pantai yang tenang. Akupun berkeliling tapi tidak sampai jauh mengeksplor Tidung Kecil. Hanya di sekitar pantai saja. Tidak lama aku menuju seorang pak tua yg sedang mengumpulkan ranting-2 kering pohon bakau. Dari pak tua inilah aku merasakan kesegaran kelapa pantai yang hmmm…manisnya pooolll,,,,dan aku cuma mengeluarkan 6.000 tuk kelapa yg nikmat di terik panas siang itu sambil duduk di bawah pohon pinus dan membaca majalah yg kubawa. Oh berasa seperti punya pulau pribadi,jauh dari keramaian…akupun duduk santai di P Tidung Kecil dan tak terasa sudah 2 jam aku di P Tidung Kecil. Akhirnya kuputuskan kembali ke Tidung besar untuk sholat Ashar dan bersiap-2 untuk hunting sunset di pantai barat Tidung Besar.

Pukul 17.00

Setelah istirahat dan mandi sebentar,akupun langsung mengambil sepeda dan menuju ke pantai barat Tidung Besar. Di pantai berpasir putih yang sepi, yg agak jauh dari pemukiman penduduk, kutambatkan sepeda di atas hamparan pasir putih dan duduk menikmati mentari yang akan segera bertemu cakrawala. Tripod kusiapkan untuk mengabadikan momen ini. Ternyata ada juga 1 keluarga yang tengah bermandikan cahaya senja merona dipantai barat Tidung Besar. Hmmm….ingin rasanya aku ikut nyebur menikmati hangatnya laut disore itu. Sampai jam 18.00 aku di pantai barat Tidung Besar dan sudah waktunya kembali tuq sholat Maghrib.

Pukul 19.00

Aku diajak pak Haji keliling melihat-2 lokasi villa 5 saudara di pantai selatan Tidung Besar yang jumlahnya ada 6 pintu kl ga salah, dimana tiap pintu bisa diisi maksimal 6 orang. satu lagi rumahnya yg di pantai utara yang malam itu dipake oleh 27 mahasiswa dari depok. Hp pak Haji berdering dan beliau harus rapat di kantor RT. Akupun keliling untuk mencari bakso yg sedari tadi sore sudah kuincar karena keliatan rame banget. Sporsi bakso indomie + segelas susu putih hangat kuhabiskan dan akupun menuju pantai selatan deket dermaga untuk bersantai menikmati riak ombak dimalam yang penuh gemerlap bintang, duduk dibawah pohon pinus diatas hamparan pasir putih. perlahan mengalun dengan indah suara Bryan Adams dan Richard Marx dari hp ku dan kubiarkan kaki ini diterpa riak air laut serta menyaksikan betapa indahnya pendar cahaya bulan dan lampu dari dermaga kapal yang menari indah diatas permukaan laut dimalam yg indah. Oh….ternyata ini masih disini,di Jakarta…kota yg kata orang penuh kemacetan,kebisingan,dan susah mencari suasana ketenangan seperti ini. Tapi semua itu akan pupus kala kita sampai di gugusan pulau-2 yg masih masuk di wilayah Jakarta ini.

 
Pukul 20.30

Akupun kembali menuju tempat pak Haji utk istirahat karena besok pagi-2 sudah harus bertolak ke Muara Angke. Sempat menonton tv sebentar dan ngobrol panjang lebar dengan pak Haji ttg kehidupannya di P Tidung dan ttg anak-2nya yg sekarang rata-2 sudah di Jakarta.

Pukul 21.30

Sambil melihat-2 hasi hunting poto di Tidung Kecil dan sunset di Tidung Besar, mataku terasa sudah tak bisa kompromi, maka kuputuskan untuk tidur zzzz……zzz….zz….sampai terbangun pukul 4.20 untuk sholat shubuh.

 
Pukul 05.00

Dibuatkan teh hangat oleh pak haji untuk menghangatkan perut sebelum aku menuju dermaga kapal. Hmmmm..kembali aku berbincang-2 dng pak Haji dan tak terasa sudah pukul 5.30. tadinya niat mo hunting sunrise di timur pulau tidung tapi kuurungkan karna kata pak haji biasanya jam segini kapal sudah penuh. Krn ingin mencari posisi yg enak diatas kapal, maka kuputuskan untuk langsung menuju dermaga kapal. Berpamitan dengan pak haji dan kutanya berapa sewa kamarnya, beliau tak mau mennyebutkan nominalnya hanya bilang “seikhlasnya ade aja tuq infaq buat anak yatim” Masya Allah…sungguh mulia dirimu pak…akhirnya kuberikan 100 rb sekalian sama sewa sepeda seharian dan beliaupun memeluk ku layaknya seorang bapak yg melepas anaknya pergi. Hmm….terima kasih atas pelajaran hidup yg kau berikan selama aku di Tidung Pak…

 

Pukul 06.20

Di dermaga sudah banyak yang antri untuk naik kapal,bedanya di Tidung dng Muara Angke, kl di Muara Angke kita bayar ongkos di atas kapal kalo di Tidung kita harus daftar dulu dengan menuliskan nama di manifest kapal baru setelah itu bayar dan dikasih karcis. Lumayan tertib. Karena banyaknya penumpang, maka kapal yg akan kutumpangi hanya diizinkan memuat 100 orang saja dan sisanya menanti kapal yg disebelahnya yg agak besar.

 
Pukul 06.45

Kami pun bertolak ke Muara Angke dan tepat jam 9.15 kami sampai di Muara Angke. Alhamdulillah…terima kasih karena telah KAU lindungi kami dalam pelayaran ya Allah. Akupun menuju angkot B01 jurusan Grogol dan sampai di Grogol dilanjutkan P46 menuju Cililitan serta nyambung angkot 05 jurusan Taman Mini dan trip solo backpacker ku pun berkahir. Sampai ketemu lagi Tidung yang indah….I’ll be back….

 
Rincian Biaya Solo Backpacker ku ke Pulau Tidung  (26-27 September 2009):

From Kawasan Taman Mini,Muara Angke,Pulau Tidung (PP)

Angkot 05 Setu – Cililitan 2,500
Angkot 461 Pd Gede – UKI 2,500
Bis P6 UKI – Grogol 2,500
Angkot B01 Grogol – Muara Angke 5,000
Kapal Muara Angke – P 33,000
Air MIneral + Roti tuq bekal di kapal 6,000
Air Mineral setelah tiba di Muara Angke 2,500
Catering Makan Siang “Ikan Tongkol,sayur sawi,emping,jeruk,air mineral” 15,000
Makan Malam Bakso Indomie + Susu Panas 8,000
Penginapan + Sewa Sepeda selama di Tidung 100,000
Kapal P Tidung – Muara Angke 33,000
Angkot B01 Muara Angke – Grogol 5,000
Bis P46 Grogol – Cililitan 2,000
Angkot 05 Cililitan – Setu 3,500
Total Rp. 220.500,-

 
Cat. Tambahan :

-         Di P Tidung kalo sewa sepeda seharian Rp. 10.000,- ada jg yg Rp. 15.000,- (yg msh baru)
-         Warung Nasi disana kalo ga salah cuma ada satu. Yg paling banyak warung ba’so sarimi yg rasanya enak juga. Kalo mo makan nasi ada catering dari penduduk, tinggal pesen aja nanti diantar nasi box. Harga kisaran 15.000
-         P Tidung ini satu-2 nya pulau yg dah masuk listrik via kabel bawah laut, jadi listrik disini 24 jam. Cuma airnya agak payau.
-         Kalo yg hobi masak n makan bawa aja perbekalan dari JKT untuk masak disini biar lebih irit.
-         Kalo mo lebih seru bawa aja tenda trus nanti camping di pantai P Tidung Kecil. Tp ga tau juga harus izin dl apa nggak.
-         Kapal dari P Tidung ke Muara Angke hanya di pagi hari tdk seperti P Pramuka yg  ada di pagi dan siang hari. Jadi biar ga ketinggalan kapal, pagi-2 sudah harus di dermaga. Ada yg jurusan Muara Angke dan ada juga yg ke Tangerang kl ga salah ke Mauk ya namanya.
-         Kl yg punya sepeda seru juga bawa sepeda dari JKT biar disana nanti ga berebutan nyari sewa sepeda.

foto-2 silahkan ditengok di album photos. "Pulau Tidung, Keindahan di Utara Jakarta"

sumber: http://vanorell.multiply.com/journal/item/12/Catper_Semalam_di_Pulau_Tidung_

 

Comments  

 
0 #4 rara 2010-06-01 21:45
serius cuma 230.000? cuma bawa uang segitu kesana bisa sampe?
Quote
 
 
0 #3 Redaksi Puloseribu.com 2010-04-24 21:39
Terima kasih pertanyaannya. Jika boleh tahu, apa fokus studi dan untuk tugas mata kuliah apa? Mungkin dari situ bisa disesuaikan dengan tema yang akan diangkat

Sekadar urun saran, mungkin beberapa tema berikut bisa jadi pertimbangan.

1. Media ini pernah meliput sosok Ibu Sawiyah. Dalam pandangan kami sosok perempuan ini menarik digali kisah hidupanya. Sebagai seorang janda yang kini hidup sedniri, ia berjuang untuk survive dengan bekerja sebagai pencari kayu bakar dan membuat atap dari daun kelapa. Liputannya bisa dibaca dalam "Sawiyah: Perempuan Mandiri Pencari Kayu, Pembuat Atap Belarak". Dengan mengangkat sosok perempuan ini, Anda juga bisa membuat plot dengan setting kehidupan ekonomi sosial masyarakat pulau.

2. Anda bisa juga mengangkat kisah kehidupan nelayan harian pulau tidung. Bagaimana misalnya mereka mencari ikan yang sekarang ini makin sulit didapat, harga bahan bakar yang tinggi? Anda bisa mengambil potret satu nelayan sebagai tokoh utama. Anda bisa juga memotret kehidupan ekonomi keluarga, cita-cita mereka ke depan dan sterusnya.

3. Tema yang lain mungkin soa wisata yaang kini mulai berkembang. Ada beberapa orang yang menurut pantauan kami cukup serius menggarap dunia wisata sejak ia belum berkembang. Mereka memfasilitasi wisatawan yang datang dengan ilmu seadanya, tapi kini menjadi aktivitas yang meningkatkan pemasukan mereka, termasuk masyarakat lainnya.

Mungkin itu dulu. Kami sangat terbuka untuk menjadi teman diskusi Anda soal film dokumenter ini. JIka ada hal-hal yang akan ditanyakan lebih lanjut silakan kirim ke redaksi@puloser ibu.com,

Salam
Redaksi
Quote
 
 
0 #2 kiwien 2010-04-24 19:54
akukan mw bikin film dokumenter bwt tugas , nah bagusan ngankat apa y di pulau tidung ?
220 ribu itu untuk biaya 2 hari 1 malam ya ?
:huh:
Quote
 
 
+1 #1 Nindy 2010-03-25 13:25
Subhanallah.. Buagus sekali artikel ini, sangat bersahaja terlihat dari setiap pahatan tulisannya..

kalau boleh tnya,, biaya kapal 33ribu itu per orang ya??
Rencananya, saya ada niat untuk menyinggahi Tidung juga.. Mohon recomen terbaiknya donk, untuk backpacker..


Thx,
Nindy :-)
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Berikutnya >
 

Kontak

puloseribu.com
SMS. 0815 9819 841
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya