Mubazir, Pembangunan Taman di Kecamatan Pulau Seribu Utara PDF Cetak E-mail
Selasa, 24 Agustus 2010

Pembuatan taman di kantor Kecamatan Pulau Seribu Utara tidak sesuai dengan bestek. Pasalnya material yang digunakan oleh pemborong, seperi batu dan pasir dari laut.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang warga, Ramli, 52. Dia menilai pembangunan taman yang menelan biaya ratusan juta itu hanya akan menghambur-hamburkan uang saja dan mubazir.

“Pembangunan taman itu saya nilai asal-asalan. Bahkan rekanan yang mengerjakan taman itu bukan menggunakan batu kali dan pasir dari darat, tapi mereka menggunakan material dari laut,” ungkap warga RW 03 Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulau Seribu Utara.

Ramli berharap pemerintah memperhatikan kontraktor yang nakal. Ini perlu diperhatikan dan pemborongnya harus segera ditegor karena melakukan pembangunan asal-asalan.

Jika hal ini dibiarkan tidak menutup kemungkinan pemerintah akan mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Dia juga menambahkan pembuatan taman itu menggunakan tanah bekas sebagai urukannya ini selain merugikan pemerintah juga mubajir dan uang-buang anggaran.

“Taman yang sudah ada sebelumnya itu kini tidak terurus, eh ini malah ditambah lagi. Yang ada dulu diurusin,” ungkap Ramli yang juga tokoh masyarakat setempat.

Sementara Camat Kepulau Seribu Utara, Edy Junaedi ketika dikonfirmasi belum mengetahui kalau pembangunan taman itu menyalahi bestek.

“Saya belum tahu persis, yang jelas pembangunan taman itu dikerjakan dua tahap. Setiap tahap itu biaya anggaran sekitar Rp140 uta,” ungkapnya.

Camat juga menjelaskan, sebenarnya pembangunan ini akan selesai tahun anggaran 2010. Tapi karena biaya pembangunan itu harus melai tender bukan ABT (Anggaran Biaya Tambahan) akhirnya pembangunan itu ditunda hingga 2010. Sedangkan ketika ditanya PT yang memborong taman itu dia menjelaskan dirinya tidak tahu.

“Itu semua perusahaan mengikuti lelang di kantor kecamatan jadi saya tidak tahu persis perusahaan mana yang memenangkan tender pembuatan taman tersebut,”jelas Edy.

Sumber: poskota.co.id | Minggu, 22 Agustus 2010 - 16:42 WIB

 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Berikutnya >

Serba Serbi | Pulau Wisata

Wisata Pulau Payung Kian Diminati       

Seiring dengan perkembangan wisata Pulau Tidung Kepulauan Seribu, pulau seluas 20 hektar itu kini juga kian diminati wisatawan untuk dikunjungi, khususnya di akhir minggu dan libur panjang. “Lebaran kemarin, pengunjung yang datang ke sini sekitar 500 orang,” tutur Salim (31 tahun), warga Pulau Payung, Senin (5/09). 

News | Wajah

Abdul Kadir: Mengurangi Kemiskinan   
Dalam menyalurkan pinjaman Abdul Kadir menekankan agar tim yang bertugas menyeleksi proposal turun untuk melihat sendiri keadaan calon peminjam di lapangan.

Kolom | Spiritualita

Islam di Kepulauan Seribu
Tertanamnya basis norma ini tidak terlepas dari penyebaran Islam di Kepulauan Seribu yang dilakukan ulama dan para habib, terutama dari Betawi dan Banten.

Menulis | Sastra

hujanku dan hujanmu - Yuliani
kau bilang suka hujan
kenapa?
pertanyaanku : kenapa sama?
air...
sejenak dahaga menghilang
meneguknya menyejukkan
 

Kontak

puloseribu.com
SMS. 0815 9819 841
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Suara Anda

Kasih Kesempatan Masyarakat untuk Pemerataan
Sudah bosan melihat wajah kawakan pemegang proyek. Coba kasih kesempatan pada masyarakat yang ingn meraskan. Kalau begini terus, kapan bisa terbentuk pemerataan. Banyak orang pintar, tapi sedikit orang pintar yang menjadi contoh. Saya hanya penyambung lidah. Mohon bisa disikapi untuk tahun mendatang | Chasano Takbo

Polling

Setujukah anda, karena dianggap tak layak, kapal tradisional Muara Angke-Pulau Seribu dilarang?