Bocah 11 Tahun Digigit Anjing hingga Pingsan PDF Cetak E-mail
Selasa, 24 Agustus 2010

Malang dialami Tri Putri Bintari (11) warga RT 008/03, Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Pulau Seribu Utara, Kepulauan Seribu. Ya, putri pasangan Sadeli (45) dan Fatimah (36) menderita luka cukup parah di bagian kepala dan lengan karena gigitan anjing herder di Pulau Rosa, salah satu pulau peristirahatan di Kabupaten Kepulauan Seribu, Minggu (22/8).

Akibat luka parah yang dideritanya, korban yang masih duduk di bangku kelas V, SDN 01 Pulau Kelapa Pagi ini sempat tak sadarkan diri sebelum akhirnya dilarikan ke RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara guna mendapatkan perawatan dari tim medis.

Kapolres Kabupaten Kepulauan Seribu, AKBP Hero Hendrianto, menuturkan, peristiwa itu bermula ketika korban diajak oleh salah seorang kawannya yang merupakan anak dari penjaga Pulau Rosa. Setibanya di pulau peristirahatan itu, tiba-tiba saja korban panik dan menjadi takut setelah melihat seekor anjing berukuran besar yang tengah melintas. Karena takut, korban pun panik hingga akhirnya berlari menghindari anjing tersebut. Namun naas bagi korban, begitu melihat korban berlari, anjing itu rupanya langsung mengejar korban hingga akhirnya menyerang korban hingga terjatuh dan tak sadarkan diri.

“Kepala dan tangan korban terluka parah akibat gigitan anjing herder milik penjaga pulau. Saat kejadian, korban hanya berdua dengan kawannya yang merupakan anak dari si penjaga pulau,” ujar Hero Hendrianto, Kapolres Kabupaten Kepulauan Seribu, kepada beritajakarta.com, Minggu (22/8).

Dijelaskan Hero, melihat ada yang tergigit anjing, Santoso (45) penjaga Pulau Rosa kemudian bergegas menyelamatkan korban dari gigitan yang lebih parah. Oleh Santoso, korban kemudian dibawa menggunakan kapal motor ke Pulau Pramuka yang merupakan pulau tempat tinggal korban. Sesampainya di rumah korban, korban sempat mendapatkan perawatan dari bidan setempat. Namun, lantaran luka yang dideritanya cukup parah, korban pun akhirnya dilarikan menggunakan Kapal Cepat KM Ambulans Laut 118 menuju RSPI Sulianti Saroso. “Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSPI Sulianti Saroso,” kata Hero.

Diungkapkan Hero, paska serangan anjing milik penjaga pulau terhadap salah satu warga Pulau Kelapa itu sempat menimbulkan ketegangan antar warga. Keluarga korban yang tidak senang dengan kejadian itu mengancam akan membakar pulau yang dijaga oleh Santoso tersebut. “Kita berharap ancaman itu hanya emosi sesaat saja,” ucapnya.

Camat Kepulauanseribu Utara, Edy Junaedi, berharap, warga lainnya tidak terpancing emosi dan melakukan tindak anarkis karena akan merugikan warga itu sendiri nantinya. “Pemilik pulau sudah bertanggung jawab akan menanggung biaya perawatan korban selama berada di rumah sakit. Jadi warga jangan terpancing emosinya,” pinta Edy.

Edy juga berjanji segera berkoordinasi dengan Sudin Peternakan dan Kelautan Kepulauan Seribu guna melakukan pendataan hewan-hewan peliharaan yang ada di pulau-pulau wisata, pulau peristirahatan, maupun pulau pemukiman. “Kami segera lakukan pendataan hewan peliharaan di pulau-pulau untuk mengantisipasi peristiwa serupa agar tidak terulang kembali,” tandasnya.

Sumber: BERITAJAKARTA.COM | 22-08-2010 15:58



 
 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Berikutnya >

Serba Serbi | Pulau Wisata

Wisata Pulau Payung Kian Diminati       

Seiring dengan perkembangan wisata Pulau Tidung Kepulauan Seribu, pulau seluas 20 hektar itu kini juga kian diminati wisatawan untuk dikunjungi, khususnya di akhir minggu dan libur panjang. “Lebaran kemarin, pengunjung yang datang ke sini sekitar 500 orang,” tutur Salim (31 tahun), warga Pulau Payung, Senin (5/09). 

News | Wajah

Abdul Kadir: Mengurangi Kemiskinan   
Dalam menyalurkan pinjaman Abdul Kadir menekankan agar tim yang bertugas menyeleksi proposal turun untuk melihat sendiri keadaan calon peminjam di lapangan.

Kolom | Spiritualita

Islam di Kepulauan Seribu
Tertanamnya basis norma ini tidak terlepas dari penyebaran Islam di Kepulauan Seribu yang dilakukan ulama dan para habib, terutama dari Betawi dan Banten.

Menulis | Sastra

hujanku dan hujanmu - Yuliani
kau bilang suka hujan
kenapa?
pertanyaanku : kenapa sama?
air...
sejenak dahaga menghilang
meneguknya menyejukkan
 

Kontak

puloseribu.com
SMS. 0815 9819 841
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Suara Anda

Kasih Kesempatan Masyarakat untuk Pemerataan
Sudah bosan melihat wajah kawakan pemegang proyek. Coba kasih kesempatan pada masyarakat yang ingn meraskan. Kalau begini terus, kapan bisa terbentuk pemerataan. Banyak orang pintar, tapi sedikit orang pintar yang menjadi contoh. Saya hanya penyambung lidah. Mohon bisa disikapi untuk tahun mendatang | Chasano Takbo

Polling

Setujukah anda, karena dianggap tak layak, kapal tradisional Muara Angke-Pulau Seribu dilarang?