|
Setelah menempuh perjalanan laut selama sekitar tiga jam, bantuan logistik bagi korban angin puting beliung akhirnya tiba di Kabupaten Kepulauan Seribu, setelah kapal-kapal yang membawa bantuan tersebut berhasil merapat di Dermaga Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Jumat (27/1) sekitar pukul 10.30. Nantinya, bantuan tersebut akan disalurkan bagi korban angin puting beliung di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan. Bantuan diterima langsung Bupati Kabupaten Kepulauan Seribu, Ahmad Ludfi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Arfan Arkili mengatakan, bantuan logistik dikirim menggunakan kapal Basarnas yang diberangkatkan pukul 07.30 dari Pelabuhan Bandar Kali Jabat, Jakarta Utara. "Kami sudah mau berangkat pukul 05.00. Namun, gelombang laut masih tinggi hingga akhirnya kami menunggu dan pukul 07.30 kapal baru berangkat," ujar Arfan, Jumat (27/1).
Dikatakan Arfan, kapal bantuan tiba di Dermaga Pulau Kelapa, karena dermaga tersebut lebih besar dibanding Dermaga Pulau Harapan. "Tapi, bantuan juga langsung dikirim ke Pulau Harapan melalaui jalur darat. Karena kedua pulau ini terhubung oleh daratan. Kapal yang mengangkut logistik ini cukup besar," kata Arfan.
Sementara itu, Arfan juga mengungkapkan, usaha pihaknya mengirimkan bantuan logistik dengan menempuh jalur udara tidak dapat dilakukan karena semua helikopter milik Angkatan Udara (AU) sedang tidak berada di Jakarta. "Helikopter AU sedang digunakan untuk kepentingan internal mereka dan tidak berada di Jakarta. Tapi, Alhamdulillah bantuan sudah berhasil dikirimkan," katanya.
Adapun, bantuan logistik yang dikirim hari ini berupa, tiga ton beras, 100 kardus mie instan, 50 kardus ikan kaleng, 50 kardus minyak goreng ukuran 50 gram, 100 lembar selimut, 50 lembar tikar, 5 set dapur umum, dan dua tenda ukuran besar untuk dapur serta 20 personil Tagana.
Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Rabu (25/1) lalu, memporak-porandakan ratusan rumah di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Akibat kejadian ini, sebanyak empat sekolah dan 499 rumah rusak, 22 tiang listrik roboh dan 2.300 orang mengungsi.
Ditambahkan Arfan, untuk bantuan obat-obatan yang dikirim Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah terlebih dahulu tiba pada Kamis (26/1) kemarin.
Sumber: BERITAJAKARTA.COM — 27-01-2012 13:46 foto: istimewa
|